Selasa, 22 April 2014

Kau Siapa?

Lalu kau bertanya "siapa aku?"
Ucapmu penasaran.
Aku sendiri bingung menjabarkannya, kau siapa? Kau itu apa? Dan mengapa harus kau? kita yang sudah melangkah, mencoba mencari celah dari kehidupan lalu yang lelah. Hanya dengan mengucap
bismillah semoga ridha diberikan oleh Allah.

dan apakah kau tah? ehidupan itu lucu, ini mengenai orang-orang yang kadang datang
kemudian hilang. Iya, seperti kau, kau yg saat ini datang di hidupku, membawa cerita baru dan semangat baru. Yang suatu saat nanti akan pergi, itu pasti, entah karena usia atau takdir yang berbeda.
Lalu kau siapa?
Mudah saja, kau adalah cinta.




                               Bandung,
                              15 Januari 2014
                               verameydi

Kamis, 17 April 2014

Mereka Datang untuk Aku

Malam ini begitu panjang
Malam ini terlalu hilang,

Selarut sekarang ada tetesan kecil yang membasahi bantalku,
Ada isakan pelan karena tertahan agar tidak ada satu orang pun yang tahu.

Mereka kembali datang malam ini, menjelma hawa dingin di tengah malam. Tak bersuara namun sangat terasa.
Mereka yang telah lama hilang ditelan waktu dan tidak pernah aku pertanyakan.
Iya, mereka yang kuputuskan untuk aku tinggalkan dan relakan. Kenangan.

Tak terkira, yang aku tahu, aku yang sekarang adalah baru, yang bersiap untuk bertumbuh dan melepas dahan-dahan kering.
Yang aku tahu, aku yang sekarang adalah tegar, berjalan dan berjuang tanpa melihat lagi ke belakang.

Namun aku salah, mereka lebih mampu mengguncang seluruh tubuhku. Memutar habis segala ingatan, mengingat cerita lama yang menurutku pilu.

Lama sudah aku mengutuk mereka. Kisah lalu yang menyiksa hati.
Sebab, yang aku tahu dulu itu bodoh, yang aku tahu dulu itu konyol.
Ribuan tangis terlalu perih, menggores luka oleh sebab satu nama. Engkau.
Sekarang, otakku penuh teringat engkau..
Senyum perkenalan,
Obrolan aneh,
Aroma tubuhmu yang melekat di hidungku,
Tawa renyah milikmu,
Atau tatapan murung penuh kepura-puraan oleh sebab kepergianku. Semua terlalu jelas
Terlalu pedih
Terlalu... Sulit untuk dilupakan. Dan aku benci ini terjadi.

Lelah aku terus begini, lari dari mereka sungguh percuma, hanya semakin menyesakan

Sekarang,
Masih di detak jarum jam dinding yang sama,
Aku mengerti,

Mereka datang bukan untuk membuka luka, menebar kebencian atau memaksaku untuk kembali lupa.
Tapi,
Mereka datang untuk berdamai, agar aku berhenti mengutuknya tanpa pernah mau belajar.
Mereka datang untuk membelai kasih, mengingatkan rindu dan cerita indah yang tidak semuanya berakhir pilu.
Mereka datang untuk memeluk, agar aku bertambah tabah tanpa takut teringat kata lalu.
Iya,
Mereka datang untuk aku.

                  
       
                                     Bandung,
                                    17 April 2014
                                    23:23
                                    verameydi

Sabtu, 05 April 2014

Air Mata Penuh Anugrah

Entah mulai kapan aku mencintai hujan. Rintik air yang turun dari selimut bumi itu seringkali menjelma lorong waktu yang bisa menyeretku kembali ke masa-masa dulu. Sayangnya, tak banyak hal yang menyenangkan dari masa lalu. Mereka hanyalah puing kehidupan, dan buatku mereka tidak perlu banyak dikenang, hanya akan menguras lelah nantinya.
Dan malam ini, langit kembali menenun kisahnya melalui awan. Karena jumlahnya yang tak lagi tertahankan, mereka yang kucinta akhirnya kembali datang.
Aku malas bertemu wajah kusam dari masa lalu. Entah harus apa, bahagia atau kecewa. Karena aroma tanah basah adalah aroma terbaik yang Allah cipta, karena gemericik air yang menari adalah suara terindah dari Tuhan dan tidak bisa kupungkiri resonasi kisah-kisah itu adalah juga keagungan Allah yang dititipkan melalui hujan.
Sesak memang, jika aku harus kembali mengenal luka yang seharusnya sudah pergi jauh. Tapi tahukah engkau? Hujan dan resonasinya bukanlah alasan untuk kembali termenung, terduduk dan terseguk oleh sebab luka. Anugrah itu ikut turun bersama hujan sebab Allah mu ingin supaya engkau dapat mengingat kembali masa lalu agar dijadikannya pelajaran, sehingga tidak terjadi hal yang serupa. Maha Besar Allah ku.
Bergembiralah kawan, sebab engkau baru saja dikasihi olehNya. Tanaman pun tahu arti bersyukur, maka tidak sepantasnya kalian lupa dan menjadi buta. Bukan keluhan atau kata menyesal. Hujan itu indah, bukan? Syukurilah.