Minggu, 23 November 2014

Just..

Allah, untuk saat ini aku sedang tidak ingin memperbincangkan siapapun denganmu. Biarkan sesuatu yang masih tumbuh di hati ini mulai meredup, bukan menghilangkan atau melupakan namun itu cara agar aku merelakan dan mengikhlaskan.
Allah, aku nyaris lupa, tentang bagaimana dulu bisa kembali berjalan setelah terjatuh dan terjerembap dalam duka kehidupan. Aku hanya tidak sabar kembali bersinar dan cepat melupakan perasaan nanar.
Allah, aku percaya pada setiap takdirMu, bahwa tidak ada cerita yang kurang atau yang lebih, semuanya sudah sesuai. Sempurna, Sesempurna Engkau atas makhlukMu. Tentang pertemuan atau perpisahan yang selalu punya tujuan, aku paham, sepenuhnya itu pasti yang terbaik.
Allah, segalanya sudah kuserahkan padaMu, apapun itu, dimanapun itu, siapapun dia, terserah Engkau. Sebab aku percaya, takdirMu lah paling sempurna.

"Tidak ada yang salah dengan bersabar, jadilah bahagia oleh karenanya." -- verameydi

Kamis, 20 November 2014

Jangan berhenti, tetap begini, agar aku bisa pergi, dan kau bahagia lagi.

Mengerti

Pergi tidak selalu hilang peduli. Kembali tidak selalu mengulangi. Menanti tidak selalu menetap disini. Dan kata "maaf" selamanya tidak akan pernah terbeli. Namun kau lupa, bahwa cinta selalu memberi tanpa harus diminta. Apapun itu.
Maaf.

                
                            semarang, 22:22
                                verameydi

Being Alone

Aku suka berbicara dengan orang banyak, berkumpul, bercanda, saling tertawa atau membagi duka bersama mereka. Menyenangkan.
Namun, terkadang aku merasa menjadi sendiri itu lebih nyaman. Meskipun sepi, namun setidaknya tidak ada gaduh yang membuatku kecewa. Tentram.

“Ada saatnya dalam hidupmu, engkau ingin sendiri saja bersama angin, menceritakan seluruh rahasia, lalu meneteskan air mata.” (Bung Karno, 1933)

Senin, 10 November 2014

A Thousand Memories Of Night

Tanpa kita sadari, sebenarnya malam lebih mampu meresonasikan kenangan dibanding hujan dan sebait lagu. Malam selalu memberimu waktu untuk berfikir, terutama mengingat :')

Dan kamu, semoga tidak melupa untuk sekedar mengingat, bahwa pernah ada tawa semanis bianglala yang kita cipta.

Minggu, 09 November 2014

Bimbang

Pertama kali aku tergugah
Dalam setiap kata yang kau ucap
Bila malam telah datang
Terkadang ingin ku tulis semua perasaan

Kata orang rindu itu indah
Namun bagiku ini menyiksa
Sejenak ku fikirkan untuk ku benci
saja dirimu
Namun sulit ku membenci

Pejamkan mata bila kuingin bernafas lega
Dalam anganku aku berada disatu
Persimpangan jalan yang sulit kupilih
Ku peluk semua indah hidupku

Hikmah yang ku rasa sangat tulus
Ada dan tiada cinta bagiku tak mengapa
Namun ada yang hilang separuh diriku

Pejamkan mata bila kuingin bernafas lega
Dalam anganku aku berada disatu
Persimpangan jalan yang sulit kupilih
Ku peluk semua indah hidupku

Untuk semua pertanyaan yang belum sempat terjawab,
Biarkan saja, itu urusan waktu.
Bukan aku.

BersamaMu Selalu Lebih Baik

Allah, Engkau yang Maha Tahu, maka jangan izinkan aku menjadi hambaMu yang sok tahu.
Allah, Engkau yang Maha Membolak-balikan hati, maka izinkan aku menjaga hati yang telah Kau percayakan agar aku tidak salah dalam bertindak maupun berucap.
Allah, Engkau yang Maha Berkuasa, maka jangan izinkan aku menjadi hamba yang lemah mudah menyerah dan berhati kerdil.
Allah, aku takut, sungguh takut, bahwa aku tidak bisa berbuat yang semestinya, bahwa aku tidak bisa menjaga yang semestinya, bahwa aku tidak bisa menjadi wanita dan hamba yang semestinya.
Allah, kuatkan aku, agar aku mampu menjalani hidup seperti seharusnya, sebagai hamba yang sholehah, anak yang berbakti, teman yang baik dan istri yang sempurna kelak. Amin.

Jumat, 07 November 2014

Heartwarming, AADC Reuni.

Adalah cinta yang mengubah jalannya waktu.
Karena cinta, waktu terbagi dua
Denganmu dan rindu untuk membalik
masa
Detik tidak pernah melangkah mundur tapi kertas putih itu selalu ada
Waktu tidak pernah berjalan
mundur
Dan hari tidak pernah terulang
Tetapi pagi selalu menawarkan cerita
yang baru
Untuk semua pertanyaan yang belum sempat terjawab

Love, Life, L*ne.

Rabu, 05 November 2014

Selasa, 04 November 2014

Senin, 03 November 2014

Ini Hanya Tentang Takdir

Beginilah kiranya kehidupan, selalu ada sosok-sosok yang selalu membuat kita tenang dan nyaman ketika berada di dekatnya. Dan sosok pembuat ketenangan itu sejatinya hadir saat takdir telah menetapkan sosok itu untuk hadir.

-Kalimat milik kak Luthfi-

Like a Metamorf

Beritahu aku, Allah, apakah ini saatnya aku untuk berhenti mencari?
Mengapa perasaanku berubah-ubah setiap menit?
Menit yang lalu bulat sudah keputusanku untuk berhenti. Menit selanjutnya aku kembali bertanya "kapan aku harus berhenti mencari?"
Allah, aku tahu ini caramu membuatku belajar. Agar aku berhenti melihat kesalahan orang lain dan mulai bercermin.
Allah, aku juga tahu ini caramu mengasihiku. Agar aku tidak salah dalam mengambil keputusan yang belum tentu baik untukku.
Allah, jangan biarkan senyumku meredup sepagi ini.
Ajarkan aku, Allah,  mengenai cara tersenyum saat Engkau sedang mengajari dan mengasihiku seperti ini. Entah mengapa rasanya sangat sakit disini. Padahal aku tahu betul betapa baiknya Engkau padaku.

Allah, setelah aku belajar nanti, berilah aku kembali kepercayaan. Berilah aku kembali tanggung jawab.
Atas semua yang akan Kau beri padaku di hari nanti. Izinkan aku untuk belajar menjaga, Allah, mempertahankan semua pemberianmu dengan cara bersyukur dan melakukan kesempatan itu dengan baik.
Allah, terimakasih banyak sudah mau mendengar banyak doaku.

Yang Meredup Perlahan

Aku tahu, Tuan, kau baik-baik saja saat ini. Aku juga tahu bahwa kau sangat bahagia. Namun tidak kah kau peduli pada aku yang tak baik-baik saja? Namun tidak kah kau peduli pada aku yang sedang menderita?
Terimakasih untuk semua jawabanmu, sekarang aku tahu betapa jarak dan waktu tidak perlu repot-repot menghilangkan aku. Ternyata kau lebih mampu melakukannya.
Namun aku lebih berterimakasih kepada Allahku, yang tidak membiarkan kita menjadi satu sebelum benar-benar matang. Kau lihat? Goncangan sekecil ini saja mampu membalikan perahu kita.

Tuan, karena cinta adalah perjuangan. Bukan satu tapi dua. Bukan sendiri namun saling.
Maaf, telah membuatmu berhenti berjuang.. Dan terimakasih telah mengajarkanku untuk berjuang sebelum akhirnya berhenti memerjuangkan.

Minggu, 02 November 2014

Cepat Pulang

Kembali disini, dan jangan pernah pergi lagi. Aku berjanji, takkan ada lagi keakuanku atau kekamuanmu, karena yang ada hanyalah kebersamaan kita.

Maaf.

Maafkan aku untuk semua rasa sakitmu, terkadang aku terlalu malu untuk mengaku.
Maafkan aku untuk semua rasa kecewamu, terkadang aku terlalu malu untuk merindu.
Maafkan aku untuk semua penyesalanmu, terkadang aku terlalu malu untuk sekedar datang dan memintamu kembali.
Aku rela, jika kau memutuskan untuk pergi meski lagi-lagi aku harus mengingkari hati. Aku rela, jika kau memilih bersikap dingin dan menganggap seolah aku tidak ada. Namun aku takkan pernah rela, jika kamu memilih diam, menahan kecewa karena tutur dan sikapku yang menggores luka. Maafkan aku, untuk sekedar mengaku pun aku tak mampu. Maaf.
Aku tahu seberapa layak kata maaf kuucapkan. Itu tidak cukup bukan? Maka beritahu aku, bagaimana cara untuk menyusun kembali hatimu yang hancur, bagaimana cara memahami perasaanmu yang kini mulai membeku. Jika kau benar-benar memilih berhenti berada disini, setidaknya izinkan aku membuatmu pergi dalam keadaan lega, bukan bersama luka. Sebab aku tahu, bahwa maaf tidak mampu menghapus kecewa.

Untukmu, pria dengan hati paling luas, maafkan aku untuk kekalahan kita yang belum sempat terjuangkan.

Puzzle Harapan

Terkadang mencintai itu perkara menghubungkan. Yaitu mengira-ngira dan mengaitkan segala peristiwa pada apa yang kita harapkan. Bahagia jika benar, namun kecewa jika ternyata itu salah.

Hilang

Ada yang pergi memang untuk kembali, namun ada pula yang pergi dan tidak ingin mengulangi.
Kamu yang mana?
Pada kilometer berapa kamu akan berhenti dan memulai untuk merinduku lagi?
Sekarang aku masih bisa melihat punggungmu, yang berjalan semakin jauh. Jauh. Jauh. Dan. Mungkin. Hilang.
Tapi tunggu, sepertinya kamu tidak akan pernah hilang. Kamu itu abadi, setidaknya di dalam hati.
Kamu harus tahu, bahwa yang hilang bukanlah kamu, tapi aku. Waktu dan jarak lebih kuasa menghapus aku dari hatimu. Meski kamu bilang bahwa kamu menyayangiku, tapi aku sungguh tahu, akan ada masanya aku kembali terlupakan.
Aku tidak bisa memaksamu untuk tetap mengingatku, karena aku akan tetap hilang. Aku ikhlas.
Namun izinkan aku berterimakasih padamu. Untuk ribuan tiktok jam yang kamu lewati bersamaku, untuk ribuan percakapan konyol yang kita tertawai bersama, atau pengorbananku untuk tetap bertahan ketika larut malam agar bisa berkirim pesan singkat denganmu. Mercy.
Kamu.. Aku akan selalu mendoakanmu untuk segala hal yang terbaik. Untuk segala hal yang kamu inginkan. Untuk segala hal yang pantas kamu dapatkan.
Kamu.. Aku tidak akan berdoa agar kamu tetap mengingatku, apalagi merindukanku yang sedang menahan tangis karena mengingatmu.
Kamu.. Aku akan tetap hilang, kecuali kamu ingin pulang dan aku akan ditemukan.

Aku bisa!

Tenang Vera, nggak boleh cengeng :') Allah kamu tahu yang terbaik. Pasti ada hikmah dari semua ini. Kamu harus belajar, belajar memperbaiki, belajar sabar, belajar lebih baik, belajar menjadi kuat ketimbang nangis dan menyesal.
Perasaan tetap perasaan. Hati pun demikian. Yang bisa mengendalikan cuman kamu, yang bisa mengobati cuman kamu, karena kamu adalah nahkoda atas perahu hati milikmu. Tidak peduli sesakit atau sebesar apapun luka yang kamu derita, kamu harus tetap bertahan. Dia yang kamu sebut diam-diam dalam doa akan kembali jika memang takdirmu. Dia yang kau kecewakan tidak akan diam dan menelan dendam jika dia benar mencintaimu. Dia yang tulus mencintai akan tetap berjuang untuk bisa bersama dan melindungimu.
Namun jika dia tak kunjung kembali percayalah, Allah punya takdir yang lebih baik dari ini. Kamu hanya perlu bersabar dan belajar. Biarkan dia dengan jarak yang ia minta. Biarkan waktu menggenapkan tanya. Biarkan harapanmu tumbuh namun tidak membunuh. Kamu harus janji Vera, bahwa kamu akan menjadi perempuan yang lebih baik lagi, perempuan yang selalu ada dalam ridha Allah.
Bismillah, Vera bisa!