Minggu, 02 November 2014

Hilang

Ada yang pergi memang untuk kembali, namun ada pula yang pergi dan tidak ingin mengulangi.
Kamu yang mana?
Pada kilometer berapa kamu akan berhenti dan memulai untuk merinduku lagi?
Sekarang aku masih bisa melihat punggungmu, yang berjalan semakin jauh. Jauh. Jauh. Dan. Mungkin. Hilang.
Tapi tunggu, sepertinya kamu tidak akan pernah hilang. Kamu itu abadi, setidaknya di dalam hati.
Kamu harus tahu, bahwa yang hilang bukanlah kamu, tapi aku. Waktu dan jarak lebih kuasa menghapus aku dari hatimu. Meski kamu bilang bahwa kamu menyayangiku, tapi aku sungguh tahu, akan ada masanya aku kembali terlupakan.
Aku tidak bisa memaksamu untuk tetap mengingatku, karena aku akan tetap hilang. Aku ikhlas.
Namun izinkan aku berterimakasih padamu. Untuk ribuan tiktok jam yang kamu lewati bersamaku, untuk ribuan percakapan konyol yang kita tertawai bersama, atau pengorbananku untuk tetap bertahan ketika larut malam agar bisa berkirim pesan singkat denganmu. Mercy.
Kamu.. Aku akan selalu mendoakanmu untuk segala hal yang terbaik. Untuk segala hal yang kamu inginkan. Untuk segala hal yang pantas kamu dapatkan.
Kamu.. Aku tidak akan berdoa agar kamu tetap mengingatku, apalagi merindukanku yang sedang menahan tangis karena mengingatmu.
Kamu.. Aku akan tetap hilang, kecuali kamu ingin pulang dan aku akan ditemukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar