Maafkan aku untuk semua rasa sakitmu, terkadang aku terlalu malu untuk mengaku.
Maafkan aku untuk semua rasa kecewamu, terkadang aku terlalu malu untuk merindu.
Maafkan aku untuk semua penyesalanmu, terkadang aku terlalu malu untuk sekedar datang dan memintamu kembali.
Aku rela, jika kau memutuskan untuk pergi meski lagi-lagi aku harus mengingkari hati. Aku rela, jika kau memilih bersikap dingin dan menganggap seolah aku tidak ada. Namun aku takkan pernah rela, jika kamu memilih diam, menahan kecewa karena tutur dan sikapku yang menggores luka. Maafkan aku, untuk sekedar mengaku pun aku tak mampu. Maaf.
Aku tahu seberapa layak kata maaf kuucapkan. Itu tidak cukup bukan? Maka beritahu aku, bagaimana cara untuk menyusun kembali hatimu yang hancur, bagaimana cara memahami perasaanmu yang kini mulai membeku.
Jika kau benar-benar memilih berhenti berada disini, setidaknya izinkan aku membuatmu pergi dalam keadaan lega, bukan bersama luka. Sebab aku tahu, bahwa maaf tidak mampu menghapus kecewa.
Untukmu, pria dengan hati paling luas, maafkan aku untuk kekalahan kita yang belum sempat terjuangkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar