Semalaman aku terjaga,
Mengeja hujan yang entah mengapa tak kunjung reda.
Menatap mereka dari jendela,
Yang sibuk menyanyikan lagu gemericik oleh sebab berjatuhan.
Sedang aku hanya termenung, hanya mengeja hujan.
Mungkin aku terlalu mengagumi hujan, meskipun terkadang aku kesal karena hujan turun terlalu dingin, dan yang mereka tahu hanyalah jatuh, bernyanyi, lalu membiarkan hal yang baru untuk tumbuh lalu menggantikan yang lama. Iya, sebenarnya itu proses dari Tuhan yang Maha Indah. Namun dengan begitu, hujan tidak pernah menyadari keberadaanku, yang hanya bisa mengagumi di balik jendela. Tapi tak apalah, bagiku, ini sudah cukup.
Aku tetap mengeja hujan. Menghubungkan aksara-aksara bisu milikmu.
Entah mengapa, kau telah berubah menjadi dingin sejak minggu kemarin.
Tidak seperti biasanya, tersenyum dan bercerita sepanjang hari bersama mereka yang kau kenal.
Atau duduk sendiri di pekarangan belakang untuk membaca buku yang entah judulnya apa.
Apa yang membuatmu berubah?
Sudah jelas aku tidak bisa menjawab pertanyaan itu, menatapmu dari dekat pun tidak berani kulakukan. Malah pernah aku kikuk-se-kikuk-kikuk-nya karena tak sengaja kulihat kau tersenyum ke arahku yang dengan segera kumemalingkan wajah. Hampir saja, hatiku berbisik.
Aku tidak berharap lebih dari ini. Ketika mereka bilang ini emansipasi dan wanita bisa mengutarakan perasaanya lebih dulu, malah sama sekali tidak terpikirkan olehku.
Ibuku pernah bilang, "bahwa setiap cerita sudah ada hulu dan muaranya masing-masing, maka biarkan ceritanya mengalir jauh, yang perlu kau lakukan hanyalah menjaga alirannya agar tetap baik".
Pemahaman yang cukup baik aku mengerti saat itu, meskipun aku masih kelas 2 SMA.
Aku masih mengeja hujan, mendengar nyanyian-nyanyian kecil mereka dan aroma tanah basah yang paling aku suka.
Kau..
Tetaplah jadi hujanku yang terus aku eja tanpa kau sadari.
Kau..
tetaplah bernyanyi merdu diujung sana lalu biarkan aku memperhatikanmu pelan-pelan.
Bagiku, ini sudah cukup.
Sangat cukup.
Aku; sang pengeja hujan.
Bandung, 10 Mei 2014
verameydi~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar