Kami tahu dan kami diam..
Jauh sebelum helaan nafasku yang pertama
Tentang klasiknya cinta yang selalu menjadi buta
Melepas panah tanpa tahu arah mencari rumah
Kami tahu dan kami diam..
Tentang gadis yang hatinya tercuri dan perlahan mati
Sambil mengucap nama musabab ia bahagia dan merana
Dijerat satu tanya, "mengapa harus dia?"
Karena mencintainya, serupa sungai yang memeluk air
Yang tetap akan mengalir menemui lautan tempatnya bermuara
Karena mencintainya, serupa berpayung bersama saat hujan
Harus rela dibagi dua
Kami tahu dan kami diam
Andai saja bisa memilih
Ia ingin seegois anak kecil
Yang melarang siapapun mengambil mainannya
Sehingga bisa bahagia tanpa tahu rasa merana
Aku tahu dan aku diam..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar