Mengenai kehilangan yang pasti datang. Aku rela.
Kasih, jika kau sekarang ingin berlari, maka berlarilah secepat kilat yang menyambar di sore hari. Jika kau ingin bersembunyi, maka bersembunyilah semampumu seperti bersembunyinya jarum diantara tumpukan jerami.
Tapi jika kau ingin kulepas pergi, maka terbanglah dengan tenang seperti lepasnya balon biru kesukaan dari tangan anak lelaki kecil.
Sedih memang, raut muka bangga karena memiliki sekarang tidak berarti apa-apa. Namun satu, ia belajar tentang arti dari kehidupan.
"Bahwa ketika ia berhasil memiliki maka harus bersiap pula untuk kehilangan".
Kepalanya mendongak ke langit. Menatap lekat balon birunya yang kini melayang jauh jauh dan semakin jauh...
Ia tersenyum.
Satu lagi, kulihat tangan mungilnya melambai :')
Tidak ada komentar:
Posting Komentar