Halo himawari no yousoku, janji yang kubuat dan kureka sendiri. Memang benar,
seseorang yang jatuh cinta akan sibuk dengan dirinya sendiri, menghubungkan
semua perkara dan kejadian-kejadian agar hatinya meyakini adanya cinta yang
sama.
Seperti yang sudah kubilang,
cukup berikan aku penjelasan dan kepastian, maka aku akan mengerti. Ucapkan satu
kata yang kau mau, maka aku akan menyerah kepadanya, mengikuti kemauanmu. Aku tidak
akan merengek seperti biasanya, sayang, seperti saat aku memintamu untuk
melakukan sesuatu atau apapun, tidak. Aku akan menerimanya dengan lapang dada,
meski aku yakin akan tetap ada perasaan terluka. Tetapi tak mengapa.
Aku bukan seseorang yang egois,
sayang, aku tahu betul kau juga memikirkanku, memikirkan keadaan kita. Aku tahu,
di degupmu semestaku masih berputar, biar, meski kau tak pernah mengiyakan
degupan itu. Bagiku itu tidak penting, aku merasa cukup ketika tahu kau masih
melihatku, meski tanpa menopangku (lagi).
Aku menyerah, sayang, bukan
karena aku tidak mau memerjuangkanmu, namun bagiku kaulah imam, kaulah kompas,
kemana kaki kita melangkah maka itulah arah yang kau tunjuk. Seperti saat ini,
ketika kau memutuskan untuk membagi jalan kita menjadi dua, ketika kau
menunjukanku arah mata angin yang berbeda dengan tujuan yang hendak kau capai,
aku mengangguk.
Aku akan tetap berjalan, sayang,
mengikuti kemauanmu kemana pun itu. Meskipun harus dengan bersusah payah aku
melakukannya, namun aku akan tetap berusaha, menjadi sesuatu, apapun itu, yang
kau inginkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar